Jumat, 07 Januari 2011

Penyisihan Piutang Tak Tertagih

Piutang disajikan dalam jumlah netonya setelah dikurangi penyisihan piutang tak tertagih. Masalah yang kemudian timbul adalah menetapkan jumlah yang harus disisihkan sebagai piutang tak tertagih. Terkait dalam masalah ini adalah menentukan beban yang berhubungan dengannya. Pada dasarnya terdapat dua cara untuk menaksirkan jumlah penyisihan untuk piutang yang tak tertagih, yaitu :
1. Penyisihan atas Dasar Saldo Piutang
Penyisihan piutang tak tertagih yang didasarkan atas saldo piutang dapat dilakukan dengan jalan menetapkan suatu persentase terhadap saldo piutang. Biasanya saldo yang dipakai adalah rata-rata antara saldo piutang pada awal dan akhir periode. (Soemarso S.R. : 2004 : 339)

2. Penyisihan atas Dasar Saldo Penjualan
Penyisihan piutang tak tertagih dapat juga didasarkan atas penjualan. Perhitungan penyisihan piutang tak tertagih dengan cara ini dilakukan dengan menetapkan suatu persentase tertentu terhadap penjualan. Sedapat mungkin angka penjualan yang dipakai adalah penjualan kredit. Akan tetapi, apabila untuk memperoleh angka tersebut diperlukan terlalu banyak waktu dan biaya maka persentase dapat juga didasarkan atas total penjualan. Kalau perbandingan antara penjualan tunai dan penjualan kredit tidak banyak mengalami perubahan, hasil yang diperoleh akan cukup memuaskan. (Soemarso S.R. : 2004 : 342)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar